No Nama Tanggal Lahir Posisi Klub Tinggi Berat
1 Kurnia Meiga Hermansyah 07 Mei 1990 Kiper Arema 183 71
2 Johan Angga Kesuma 29 Desember 1989 Kiper Persijap 183 84
3 Dede Sulaeman 03 Maret 1986 Kiper Sriwijaya FC 182 78
4 Frenky Irawan 08 Desember 1986 Kiper PSM 181 70
5 Herry Susilo 03 Oktober 1988 Belakang PSIS 175
6 Maikel Detubun 05 Mei 1991 Belakang PKT 178
7 Dedi Indra Sampurna 02 April 1986 Belakang Persikab 178 68
8 Achmad Jufriyanto 07 Februari 1987 Belakang Arema 180 75
9 Djayusman Triasdi 22 Agustus 1989 Belakang PSM 180 71
10 Rachmat Latif 27 September 1990 Belakang PSM 182 75
11 Windu Hanggoro Putra 21 Agustus 1988 Belakang PON DKI 180
12 Elvis Nelson Anes 28 Maret 1988 Belakang PON DKI 177
13 Richie Pravita Hari 06 Maret 1986 Belakang Arema 178 63
14 Imam Suprapto 10 Agustus 1988 Belakang Sriwijaya FC 177
15 Joko Sidik Fitra Yono 20 Mei 1988 Belakang PKT U-21
16 M Fauzan Djamal 06 Juni 1988 Tengah Semen Padang 175
17 Ferdinand Alfred Sinaga 18 September 1988 Tengah Pelita Jaya 175
18 Hendro Siswanto 12 Maret 1990 Tengah PSIS 175
19 Fendry Mofu 10 September 1989 Tengah Persiwa 175
20 Lucky Wahyu Permana 01 April 1990 Tengah Persebaya 178 68
21 Arry Vilanop Martin 03 November 1989 Tengah Persik U21 180 72
22 Riski Novriansyah 23 November 1989 Tengah Pelita Jaya 175 64
23 Rendi Saputra 28 April 1989 Tengah Persib U21 178 65
24 Titus Jhon L Bonai 04 MAret 1989 Tengah PKT
25 Egi Melgiansyah 04 September 1990 Tengah Pelita Jaya 166 65
26 Alan Artur Aronggear 10 Mei 1990 Tengah Persipura U21
27 Tony Sucipto 12 Februari 1986 Tengah Sriwijaya FC 169 66
28 Imanuel Wanggai 23 Februari 1988 Tengah Persipura 173 63
29 Ian Louis Kabes 14 Agustus 1986 Tengah Persipura 174 71
30 Zisva Siswanto Maco 25 Oktober 1990 Depan Semen Padang 180 68
31 Dede Hugo Kunarko 04 Desember 1987 Depan Deltras 180
32 Ghery Setia Nugraha 21 Desember 1988 Depan Pelita Jaya 182
33 Jajang Mulyana 23 Oktober 1988 Depan Pelita Jaya 182 71
34 Boaz Solossa 16 Maret 1986 Depan Persipura 172 65
35 Harmoko 06 Maret 1989 Depan Persema 172 67
36 Muhammad Agus Salim 17 Agustus 1986 Depan Persita 175
Ofisial
Cesar Payovich Pelatih Kepala
Gabriel Jorge Anon Asisten Pelatih
Sudirman Asisten Pelatih
Fransisco Morales Asisten Pelatih
Selasa, 09 Juni 2009
PerATuRan BOla VOli
Peraturan Cabang Bola Voli
1. Peraturan Umum Pertandingan
Peraturan pertandingan yang digunakan adalah peraturan permainan bola voli sistem internasional yang sedang berlaku dan disahkan oleh PP PBVSI dengan semua perubahannya dan Wasit yang bertugas pada Petrocup Volley adalah wasit yang mempunyai lisensi PBVSI yang masih berlaku.
2. Peraturan Khusus
§ Waktu pelaksanaan : 04, 05, 11 & 12 Agustus 2007
§ Tempat pelaksanaan : GOR Bola Voli Senayan (GOR PLN)
3. Peserta Pertandingan
§ Turnamen akan dibatasi hanya untuk 10 (sepuluh) tim putra pendaftar pertama.
§ Peserta/anggota tim PC 2007 adalah pegawai tetap dan maksimal 40% pegawai kontrak/rekanan yang telah bekerja selama minimal 6 (enam) bulan (dibuktikan dengan surat pengantar dari bagian SDM/HRD BPMIGAS/KKKS Dan Fotocopy ID).
§ Tiap tim beranggotakan max. 12 (dua belas) orang peserta dan min. 6 (enam).
§ Untuk Pertamina, peserta harus berasal dari Pertamina EP saja (dibuktikan dengan surat pengantar dari bagian SDM Pertamina).
§ Official pendamping regu maksimal 2 (dua) orang terdiri dari pelatih dan assisten pelatih.
§ Pemain yang sudah mewakili satu Kontraktor KKS dalam pertandingan tidak diperkenankan lagi untuk bermain pada Kontraktor KKS lain.
§ Keabsahan seorang pemain untuk ikut dalam pertandingan Petro Cup 2007 diputuskan oleh panitia.
4. Jadwal Pertandingan
Alokasi waktu pertandingan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, Minggu
§ 08.00 – 09.00
§ 09.15 – 10.15
§ 10.30 – 11.30
§ 14.00 –
5. Bola
§ Bola untuk pertandingan akan disiapkan oleh panitia.
§ Bola untuk pemanasan regu mempergunakan bola sendiri dan bukan bola untuk pertandingan.
6. Pakaian
Peserta diwajibkan memakai celana pendek/training dan kaos tangan pendek/panjang yang seragam dan bersih yang bernomor punggung dan dada (letak nomor berada di tengah badan), dengan ketentuan kaidah kesopanan dalam berpakaian.
7. Sistem Pertandingan
Sistem pertandingan yang digunakan adalah sebagai berikut :
§ Turnamen terdiri atas putra di mana masing-masing terdiri atas 10 regu serta dibagi menjadi 2 pool
§ Pertandingan tidak menggunakan Libero
§ Pada babak pertama setiap pool bertanding menggunakan sistem setengah kompetisi di mana pemenang pertandingan adalah yang memenangkan 2 set terlebih dahulu (two winning set)
§ Babak kedua/semifinal hingga babak final menggunakan sistem gugur di mana pesertanya merupakan juara dan runner-up dari masing-masing pool.
8. Penentuan rangking dalam pool
§ Penentuan rangking dalam setiap pool ditentukan oleh :
Hasil Nilai
Menang 2
Kalah 1
Walk Out 0
§ Paling banyak jumlah set kemenangan setelah dikurangi dengan jumlah set kekalahan .
§ Paling banyak jumlah point kemenangan setelah dikurangi dengan jumlah point kekalahan.
§ Menang dalam pertandingan antara regu yang bersangkutan
9. Mulainya pertandingan
§ Semua regu yang akan bertanding harus sudah siap berada dilapangan 30 menit sebelum waktu pertandingan yang telah ditentukan.
§ Bila waktu yang telah ditentukan (dalam jadwal) telah tiba dan semua sarana serta regu-regu yang akan bertanding telah siap, maka pertandingan harus segera di mulai atas persetujuan kedua regu yang akan bertanding.
§ Bila waktu yang telah ditentukan telah tiba, tetapi sarana pertandingan belum siap (masih digunakan oleh tim yang sedang bertanding), regu-regu yang bersangkutan harus menunggu. Pada saat sarana dan fasilitas sudah siap, pertandingan harus segera dilaksanakan.
10. Walk out
Setiap regu dapat dinyatakan kalah (WO) apabila :
§ Datang terlambat lebih dari 20 menit dari waktu yang telah ditentukan dalam jadwal pertandingan.
§ Regu yang menolak untuk bertanding sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
§ Menggunakan kostum (celana dan kaos ) yang tidak berseragam atau yang tidak sesuai dengan peraturan permainan/ pertandingan.
§ Regu yang datang terlambat dan terbukti bukan kesalahan sendiri tidak dikenakan WO.
§
11. Etika , Sanksi Dan Protes
§ Seluruh pemain diharuskan menjunjung tinggi sportivitas.
§ Seluruh pemain diharuskan menjaga tingkah laku sesuai dengan norma-norma kesopanan
§ Bagi pemain atau offcial yang memulai, memancing atau memprovokasi lawan sehingga menyebabkan terjadinya suatu keributan dan perkelahian, atau terlibat secara langsung dalam suatu keributan atau perkelahian, baik antar pemain maupun antar tim peserta secara keseluruhan dengan alasan apapun, maka panitia akan memberikan sanksi keras kepada pemain atau tim peserta yang dimaksud berupa sanksi tidak boleh bermain atau diskualifikasi.
§ Sanksi yang diberlakukan di atas diputuskan oleh Panitial Pelaksana petrocup VOLLEY dengan koordinasi Panitia Pusat Petrocup dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi.
§ Bila pada saat turnamen berlangsung, terbukti bahwa ada pemain yang bukan karyawan yang sah untuk bermain, maka tim yang bersangkutan akan di kenakan sanksi berupa :
Semua pertandingan yang sudah dimenangkan oleh Tim tsb akan dinyatakan kalah.
§ Pada dasarnya protes tidak dibenarkan.
§ Dalam keadaan terpaksa setiap regu dapat mengajukan protes kepada pemimpin pertandingan mengenai suatu pertandingan yang dilakukan karena bertentangan dengan peraturan pertandingan / permainan.
§ Protes harus diajukan secara tertulis oleh kapten regu yang bersangkutan
§ Diterima atau tidaknya suatu protes yang diajukan akan disampaikan secara lisan maupun tertulis oleh wasit melalui ketua pertandingan kepada kapten regu yang mengajukan.
12. Lain-lain
§ Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang tercantum di muka akan mengakibatkan diskualifikasi.
§ Penelitian ulang mengenai persyaratan atlet akan dilaksanakan setiap mulai pertandingan oleh panitia.
§ Hal-hal yang belum tercantum dalam peraturan dan ketentuan ini, akan diatur kemudian dan disesuaikan dengan kebutuhan.
1. Peraturan Umum Pertandingan
Peraturan pertandingan yang digunakan adalah peraturan permainan bola voli sistem internasional yang sedang berlaku dan disahkan oleh PP PBVSI dengan semua perubahannya dan Wasit yang bertugas pada Petrocup Volley adalah wasit yang mempunyai lisensi PBVSI yang masih berlaku.
2. Peraturan Khusus
§ Waktu pelaksanaan : 04, 05, 11 & 12 Agustus 2007
§ Tempat pelaksanaan : GOR Bola Voli Senayan (GOR PLN)
3. Peserta Pertandingan
§ Turnamen akan dibatasi hanya untuk 10 (sepuluh) tim putra pendaftar pertama.
§ Peserta/anggota tim PC 2007 adalah pegawai tetap dan maksimal 40% pegawai kontrak/rekanan yang telah bekerja selama minimal 6 (enam) bulan (dibuktikan dengan surat pengantar dari bagian SDM/HRD BPMIGAS/KKKS Dan Fotocopy ID).
§ Tiap tim beranggotakan max. 12 (dua belas) orang peserta dan min. 6 (enam).
§ Untuk Pertamina, peserta harus berasal dari Pertamina EP saja (dibuktikan dengan surat pengantar dari bagian SDM Pertamina).
§ Official pendamping regu maksimal 2 (dua) orang terdiri dari pelatih dan assisten pelatih.
§ Pemain yang sudah mewakili satu Kontraktor KKS dalam pertandingan tidak diperkenankan lagi untuk bermain pada Kontraktor KKS lain.
§ Keabsahan seorang pemain untuk ikut dalam pertandingan Petro Cup 2007 diputuskan oleh panitia.
4. Jadwal Pertandingan
Alokasi waktu pertandingan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, Minggu
§ 08.00 – 09.00
§ 09.15 – 10.15
§ 10.30 – 11.30
§ 14.00 –
5. Bola
§ Bola untuk pertandingan akan disiapkan oleh panitia.
§ Bola untuk pemanasan regu mempergunakan bola sendiri dan bukan bola untuk pertandingan.
6. Pakaian
Peserta diwajibkan memakai celana pendek/training dan kaos tangan pendek/panjang yang seragam dan bersih yang bernomor punggung dan dada (letak nomor berada di tengah badan), dengan ketentuan kaidah kesopanan dalam berpakaian.
7. Sistem Pertandingan
Sistem pertandingan yang digunakan adalah sebagai berikut :
§ Turnamen terdiri atas putra di mana masing-masing terdiri atas 10 regu serta dibagi menjadi 2 pool
§ Pertandingan tidak menggunakan Libero
§ Pada babak pertama setiap pool bertanding menggunakan sistem setengah kompetisi di mana pemenang pertandingan adalah yang memenangkan 2 set terlebih dahulu (two winning set)
§ Babak kedua/semifinal hingga babak final menggunakan sistem gugur di mana pesertanya merupakan juara dan runner-up dari masing-masing pool.
8. Penentuan rangking dalam pool
§ Penentuan rangking dalam setiap pool ditentukan oleh :
Hasil Nilai
Menang 2
Kalah 1
Walk Out 0
§ Paling banyak jumlah set kemenangan setelah dikurangi dengan jumlah set kekalahan .
§ Paling banyak jumlah point kemenangan setelah dikurangi dengan jumlah point kekalahan.
§ Menang dalam pertandingan antara regu yang bersangkutan
9. Mulainya pertandingan
§ Semua regu yang akan bertanding harus sudah siap berada dilapangan 30 menit sebelum waktu pertandingan yang telah ditentukan.
§ Bila waktu yang telah ditentukan (dalam jadwal) telah tiba dan semua sarana serta regu-regu yang akan bertanding telah siap, maka pertandingan harus segera di mulai atas persetujuan kedua regu yang akan bertanding.
§ Bila waktu yang telah ditentukan telah tiba, tetapi sarana pertandingan belum siap (masih digunakan oleh tim yang sedang bertanding), regu-regu yang bersangkutan harus menunggu. Pada saat sarana dan fasilitas sudah siap, pertandingan harus segera dilaksanakan.
10. Walk out
Setiap regu dapat dinyatakan kalah (WO) apabila :
§ Datang terlambat lebih dari 20 menit dari waktu yang telah ditentukan dalam jadwal pertandingan.
§ Regu yang menolak untuk bertanding sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
§ Menggunakan kostum (celana dan kaos ) yang tidak berseragam atau yang tidak sesuai dengan peraturan permainan/ pertandingan.
§ Regu yang datang terlambat dan terbukti bukan kesalahan sendiri tidak dikenakan WO.
§
11. Etika , Sanksi Dan Protes
§ Seluruh pemain diharuskan menjunjung tinggi sportivitas.
§ Seluruh pemain diharuskan menjaga tingkah laku sesuai dengan norma-norma kesopanan
§ Bagi pemain atau offcial yang memulai, memancing atau memprovokasi lawan sehingga menyebabkan terjadinya suatu keributan dan perkelahian, atau terlibat secara langsung dalam suatu keributan atau perkelahian, baik antar pemain maupun antar tim peserta secara keseluruhan dengan alasan apapun, maka panitia akan memberikan sanksi keras kepada pemain atau tim peserta yang dimaksud berupa sanksi tidak boleh bermain atau diskualifikasi.
§ Sanksi yang diberlakukan di atas diputuskan oleh Panitial Pelaksana petrocup VOLLEY dengan koordinasi Panitia Pusat Petrocup dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi.
§ Bila pada saat turnamen berlangsung, terbukti bahwa ada pemain yang bukan karyawan yang sah untuk bermain, maka tim yang bersangkutan akan di kenakan sanksi berupa :
Semua pertandingan yang sudah dimenangkan oleh Tim tsb akan dinyatakan kalah.
§ Pada dasarnya protes tidak dibenarkan.
§ Dalam keadaan terpaksa setiap regu dapat mengajukan protes kepada pemimpin pertandingan mengenai suatu pertandingan yang dilakukan karena bertentangan dengan peraturan pertandingan / permainan.
§ Protes harus diajukan secara tertulis oleh kapten regu yang bersangkutan
§ Diterima atau tidaknya suatu protes yang diajukan akan disampaikan secara lisan maupun tertulis oleh wasit melalui ketua pertandingan kepada kapten regu yang mengajukan.
12. Lain-lain
§ Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang tercantum di muka akan mengakibatkan diskualifikasi.
§ Penelitian ulang mengenai persyaratan atlet akan dilaksanakan setiap mulai pertandingan oleh panitia.
§ Hal-hal yang belum tercantum dalam peraturan dan ketentuan ini, akan diatur kemudian dan disesuaikan dengan kebutuhan.
sejarah boLa BAsKet
Sejarah permainan dan perkembangan bola basket
Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.
Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.
Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu.
Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.
Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.
Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.
Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.
Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu.
Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.
Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.
Kamis, 19 Maret 2009
PSSI.. U-23
Pemain Di Bawah 175-180 cm Masih Bisa Perkuat Timnas SEA Games
PSSI membuka kesempatan kepada pemain potensial berusia di bawah 23 tahun untuk dipanggil dalam seleksi masuk timnas SEA Games 2009, meski tinggi badannya tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan sebelumnya. Keputusan itu diambil setelah Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Rahim Soekasah bertemu dengan Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan D Bakrie, Rabu (4/3) kemarin.
“ Jujur saja, materi pemain yang memenuhi kriteria tinggi badan 175 – 180 cm masih sangat sedikit. Setelah berdiskusi dengan pak Nirwan, akhirnya kita putuskan untuk lebih fleksibel dalam penentuan syarat pemain yang akan diseleksi. Yang penting posturnya tidak terlalu kecil dan memang memiliki kualitas bagus,” kata Rahim Soekasah.
Hal tersebut sebenarnya bukan satu-satunya pertimbangan mengapa PSSI tidak jadi menerapkan standar yang ketat dalam hal tinggi badan.
“Event yang kita hadapi juga kan kelasnya hanya untuk kawasan ASEAN, tinggi badan mereka dengan kita hampir sama. Selain itu, untuk level timnas U-23 memang lebih baik kita sandarkan pada kualitas dan sudah berpengalaman dalam kompetisi,” ungkap Rahim.
Dalam kenyataannya sekarang memang masih banyak tersebar pemain U-23 yang memiliki kualitas bagus namun tinggi badannya tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan PSSI.
“ Kita juga merespon masukan dari kalangan pers dan pelaku sepakbola lainnya. Sayang juga kalau ada pemain bagus tapi tidak bisa masuk timnas SEA Games karena kurang satu atau dua centimeter saja,” terang Rahim Soekasah.
Lebih lanjut Rahim Seokasah menyatakan bahwa pemberlakuan ini akan lebih efektif saat menjaring pemain timnas dengan level usia di bawah 14.
Dengan begitu, jumlah pemain yang akan dipanggil dalam seleksi di Palembang akan lebih dari 30 pemain. “ Kita akan panggil sebanyak-banyaknya untuk diseleksi oleh Cesar Payovich. Saat ini kita sedang mencek bank data pemain U-23 yang kita miliki,” ujar Rahim Soekasah. (asp)
PSSI membuka kesempatan kepada pemain potensial berusia di bawah 23 tahun untuk dipanggil dalam seleksi masuk timnas SEA Games 2009, meski tinggi badannya tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan sebelumnya. Keputusan itu diambil setelah Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Rahim Soekasah bertemu dengan Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan D Bakrie, Rabu (4/3) kemarin.
“ Jujur saja, materi pemain yang memenuhi kriteria tinggi badan 175 – 180 cm masih sangat sedikit. Setelah berdiskusi dengan pak Nirwan, akhirnya kita putuskan untuk lebih fleksibel dalam penentuan syarat pemain yang akan diseleksi. Yang penting posturnya tidak terlalu kecil dan memang memiliki kualitas bagus,” kata Rahim Soekasah.
Hal tersebut sebenarnya bukan satu-satunya pertimbangan mengapa PSSI tidak jadi menerapkan standar yang ketat dalam hal tinggi badan.
“Event yang kita hadapi juga kan kelasnya hanya untuk kawasan ASEAN, tinggi badan mereka dengan kita hampir sama. Selain itu, untuk level timnas U-23 memang lebih baik kita sandarkan pada kualitas dan sudah berpengalaman dalam kompetisi,” ungkap Rahim.
Dalam kenyataannya sekarang memang masih banyak tersebar pemain U-23 yang memiliki kualitas bagus namun tinggi badannya tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan PSSI.
“ Kita juga merespon masukan dari kalangan pers dan pelaku sepakbola lainnya. Sayang juga kalau ada pemain bagus tapi tidak bisa masuk timnas SEA Games karena kurang satu atau dua centimeter saja,” terang Rahim Soekasah.
Lebih lanjut Rahim Seokasah menyatakan bahwa pemberlakuan ini akan lebih efektif saat menjaring pemain timnas dengan level usia di bawah 14.
Dengan begitu, jumlah pemain yang akan dipanggil dalam seleksi di Palembang akan lebih dari 30 pemain. “ Kita akan panggil sebanyak-banyaknya untuk diseleksi oleh Cesar Payovich. Saat ini kita sedang mencek bank data pemain U-23 yang kita miliki,” ujar Rahim Soekasah. (asp)
Minggu, 08 Maret 2009
stADiOn Palaran-kaltim
Senin, 02 Maret 2009
stadiOn Nasional, pekanbaru-Riau
stadon gedebagE, bandung-jabar
Langganan:
Postingan (Atom)




